Pendidikan Literasi dalam Al-Qur’an dan Hadis serta Peran Orang Tua dalam Membentuk Budaya Baca Anak
DOI:
https://doi.org/10.65369/126fd885Abstract
Literasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Dalam perspektif Islam, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis secara teknis, tetapi juga sebagai sarana memahami wahyu, realitas sosial, serta membangun kesadaran intelektual dan spiritual. Al-Qur’an dan Hadis menempatkan literasi pada posisi yang sangat sentral, sebagaimana tercermin dalam wahyu pertama melalui perintah iqra’ dan penegasan pentingnya pena (al-qalam). Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pendidikan literasi dalam Al-Qur’an dan Hadis, urgensi membaca dan menulis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peran pendidikan literasi dalam membentuk budaya baca dan minat riset, serta peran orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan membaca anak sejak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan karya ulama, serta literatur pendidikan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan literasi dalam Islam berfungsi sebagai pintu masuk penguasaan ilmu, pembentukan budaya intelektual, dan penguatan karakter pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, keterlibatan orang tua sebagai fasilitator literasi memiliki kontribusi signifikan dalam membangun minat baca anak, baik melalui pendekatan kognitif maupun emosional. Dengan demikian, pendidikan literasi perlu diintegrasikan secara komprehensif antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat guna melahirkan generasi yang cinta ilmu, kritis, dan berakhlak.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


