Peningkatan Kompetensi Tukang Juru Gambar Bangunan Gedung Di Kabupaten Balangan Melalui Sertifikasi BNSP Dan LPJK

Isi Artikel Utama

Nadya Kartika Dewi
Eka Pusfanita
Diah Octarinie
Shella Alfena

Abstrak

Abstrak


Peran juru gambar bangunan gedung semakin krusial dalam praktik konstruksi modern karena mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan pelaksanaan. Namun, mayoritas tenaga juru gambar di daerah, khususnya Kabupaten Balangan, belum memiliki kompetensi formal yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Ketidaksesuaian kompetensi ini berpotensi menurunkan kualitas gambar kerja, meningkatkan risiko kesalahan teknis, serta berdampak pada efisiensi dan keselamatan konstruksi. Melihat kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan sertifikasi BNSP–LPJK diselenggarakan untuk memberikan penguatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi konstruksi nasional, serta penguasaan teknologi desain bangunan.


Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama empat hari dan mencakup pembekalan teori, latihan praktik pembuatan gambar kerja, pembacaan gambar kerja, teknik penyusunan gambar teknis, serta pengenalan dasar perangkat lunak desain seperti AutoCAD. Peserta kemudian mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP berlisensi BNSP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek teknis, pemahaman standar gambar, budaya keselamatan kerja, serta kemampuan peserta dalam teknik pembuatan gambar kerja sesuai standar. Dampak sosial–ekonomi kegiatan ini juga terlihat melalui meningkatnya peluang kerja, kepercayaan diri, serta kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan industri konstruksi.


Program ini juga berkontribusi terhadap penguatan kurikulum praktis di Program Studi Teknik Sipil melalui integrasi materi berbasis kompetensi. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis SKKNI dan sertifikasi nasional dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas SDM lokal, memperkuat daya saing tenaga kerja, serta mendukung pembangunan konstruksi yang profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Balangan.


Kata kunci: juru gambar bangunan, pelatihan kompetensi, sertifikasi BNSP, LPJK, SKKNI, konstruksi gedung


Abstract


The role of building draftspersons has become increasingly crucial in modern construction practices, as they serve as the primary link between design planning and on-site implementation. Nevertheless, many drafting workers in regional areas particularly in Balangan Regency still lack formal competencies aligned with the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI). This mismatch in competencies often results in substandard working drawings, elevates the risk of technical errors, and negatively affects construction efficiency and safety. In response to these challenges, a community service program in the form of BNSP–LPJK training and certification was implemented to enhance technical drafting skills, strengthen understanding of national construction regulations, and improve participants’ proficiency in building design technologies.


The four-day training consisted of theoretical instruction, practical exercises in producing working drawings, reading and interpreting technical drawings, developing standardized construction documentation, and introductory training on design software such as AutoCAD. Participants subsequently underwent a competency assessment administered by a BNSP-licensed Professional Certification Body (LSP). The program outcomes show substantial improvements in participants’ technical abilities, comprehension of drafting standards, safety culture, and capability to produce accurate working drawings that meet national requirements. Socioeconomic impacts were also evident, including increased employment opportunities, enhanced confidence, and stronger readiness to meet current industry demands.


Furthermore, this program contributes to strengthening the practical curriculum of the Civil Engineering Study Program through the integration of competency-based training materials. The results affirm that SKKNI-based training combined with national certification serves as an effective strategy for improving local human resource quality, enhancing workforce competitiveness, and supporting professional and sustainable construction development in Balangan Regency.


Keywords: building drafting competency, professional certification (BNSP–LPJK), national occupational standards (SKKNI), construction workforce development.

Rincian Artikel

Bagian

Articles