TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI RUANG PERTEMUAN AGAMA DAN BUDAYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Penulis

  • Latifah Latifah Universitas Islam Negeri Palangka Raya Penulis
  • Ngalimun Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65369/2qdcyw49

Kata Kunci:

teknologi digital, agama, budaya, masyarakat multikultural

Abstrak

Pemanfaatan teknologi digital di Kalimantan menunjukkan potensi besar dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya di masyarakat multikultural. Pendahuluan: Perkembangan media digital seperti YouTube, Instagram, dan platform siaran langsung telah mempermudah penyebaran nilai-nilai keagamaan dan budaya, menghubungkan komunitas lintas daerah, bahkan lintas negara. Fenomena ini terlihat pada tradisi keagamaan seperti Haul Guru Sekumpul yang dapat diakses secara luas dan mendorong apresiasi lintas budaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah literatur, observasi konten digital, dan analisis fenomena sosial-budaya yang berkembang di ruang daring masyarakat Kalimantan. Hasil: Pertama, teknologi digital memperluas jangkauan nilai agama dan budaya. Kedua, ruang daring membuka dialog lintas agama dan budaya yang inklusif, memfasilitasi pertukaran pandangan dan mengurangi prasangka. Ketiga, dokumentasi dan inovasi digital merevitalisasi tradisi lokal, menjembatani kearifan lokal dengan generasi muda tanpa menghilangkan makna spiritual. Keempat, tantangan seperti hoaks dan ujaran kebencian menuntut peningkatan literasi digital yang berfokus pada verifikasi informasi, etika komunikasi, dan kesadaran konteks. Kelima, strategi harmonisasi mencakup pelatihan literasi digital, pengembangan platform kolaboratif lintas komunitas, serta produksi konten positif. Implementasi strategi ini secara konsisten dapat menjadikan ruang digital sebagai ekosistem inklusif yang menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menghormati perbedaan, merayakan keberagaman, dan memperkuat kohesi sosial di era globalisasi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-02